Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air guna mencegah kerusakan pada pompa penanggulangan banjir. Dalam situasi musim hujan, Uus menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke kali, saluran air, atau saluran lingkungan lainnya. Menurutnya, jika pompa atau partiturnya rusak dan hujan turun, maka genangan air di permukiman warga tidak dapat dialihkan ke kali, sehingga berpotensi menimbulkan banjir.
Sementara itu, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat terus mengoptimalkan penggunaan berbagai jenis pompa air untuk mengantisipasi banjir akibat musim hujan. Hal ini dilakukan dengan fokus pada perawatan pompa-pompa, baik pompa apung, stasioner, maupun mobile, guna memastikan kondisinya tetap baik. Selain itu, penggunaan rumah pompa dengan 48 unit, termasuk 152 pompa stasioner dan 70 pompa mobile, menjadi strategi untuk lancarkan aliran genangan air dari permukiman ke kali.
Beberapa daerah rawan banjir di Jakarta Barat, seperti Rawabuaya di Kecamatan Cengkareng dan Tegal Alur di Kecamatan Kalideres, juga menjadi perhatian utama. Pasang surut air laut turut mempengaruhi tingkat banjir di daerah tersebut. Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan dan penanganan banjir terus diupayakan oleh pihak terkait. Semua upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga keselamatan dan kebersihan lingkungan di Jakarta Barat saat memasuki musim hujan.








