Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkenalkan subsidi harga pangan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah untuk memastikan harga pangan pokok strategis tetap terjangkau bagi masyarakat selama Ramadan. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menekankan pentingnya subsidi harga dari Pemda dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Lebaran Idul Fitri 2025/1446 Hijriah.
Program GPM di 35 kabupaten/kota Jawa Tengah merupakan upaya nyata Pemerintah Jawa Tengah untuk mengendalikan harga pangan pokok. Arief mengapresiasi komitmen Pemprov Jateng dalam mengawasi stabilitas harga pangan dan memastikan pasokan terjaga dengan baik. Melalui GPM, pemerintah dapat membantu masyarakat dengan harga pangan yang terjangkau.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan anggaran khusus untuk subsidi pangan sebesar Rp5,75 miliar dan biaya pelaksanaan GPM sebesar Rp41,4 juta. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kestabilan harga pangan pokok, terutama dalam menghadapi perayaan Idul Fitri. Dengan adanya subsidi ini diharapkan pasar tetap teratur tanpa adanya gangguan yang signifikan.
Sujarwanto Dwiatmoko, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Jawa Tengah, menyatakan bahwa harga beras relatif stabil dan beberapa komoditas lain seperti daging masih terkendali. Hal ini menunjukkan bahwa upaya Pemda dalam memberikan subsidi harga melalui GPM telah memberikan hasil yang positif. Semoga langkah ini terus ditingkatkan untuk menjaga stabilitas harga pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah.







