Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kinerja indeks manufaktur atau Purchasing Manager Index (PMI) dan neraca perdagangan Indonesia masih menunjukkan performa yang bagus. Moody’s merilis perekonomian Indonesia tetap resilien didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil dan solid. Menurut Sri Mulyani, ekonomi Indonesia menunjukkan indikator yang positif dengan PMI yang bagus dan neraca perdagangan yang kuat. Ia menyampaikan hal ini usai Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta. Kondisi ekspansif PMI manufaktur Indonesia per Februari 2025 berada pada angka 53,6, menunjukkan peningkatan 1,7 poin dari bulan sebelumnya. Capaian tertinggi dalam 11 bulan terakhir ini mencerminkan kondisi yang positif. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar 3,12 miliar dolar AS pada Februari 2025 meskipun terjadi penurunan secara bulanan dibandingkan Januari 2025. Sri Mulyani juga menyatakan bahwa pemerintah sedang membahas revisi peraturan terkait royalti minerba. Pemerintah berencana menaikkan royalti yang saat ini masih dalam tahap pembahasan. Semua informasi ini menunjukkan bahwa kinerja ekonomi Indonesia terus menunjukkan sikap positif ke depan.


