Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat mengumumkan bahwa setiap rukun warga (RW) di wilayahnya telah dilengkapi dengan bank sampah, bahkan beberapa RW memiliki dua hingga tiga unit bank sampah. Plt Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Iqbal Akbarudin, mengatakan bahwa keberadaan bank sampah diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPS Bantargebang, Bekasi. Sebagai upaya peningkatan kemandirian dan partisipasi masyarakat, terdapat 10.161 warga yang aktif sebagai nasabah bank sampah.
Dengan adanya 413 bank sampah di tingkat RW, Iqbal menyatakan bahwa setiap RW minimal memiliki satu bank sampah. Pihaknya memberikan apresiasi atas upaya tersebut dalam menciptakan Jakarta Pusat sebagai Kota yang bersih dan memiliki bank sampah yang aktif. Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Pusat, Slamet Riyadi, menegaskan akan terus melakukan pembinaan, monitoring, dan evaluasi bulanan terhadap keaktifan bank sampah, jumlah nasabah, efektivitas, serta volume sampah.
Quote terkait dari Slamet, “Bank sampah di unit RW bertujuan untuk mengurangi sampah di sumber. Dengan memilah sampah sejak awal, diharapkan sampah yang dikirim ke Bantargebang dapat berkurang.” Jakarta Pusat telah memiliki TPS 3R di Cempaka Putih dan Gambir yang mampu mengurangi sekitar 15-20 ton sampah per hari sejak tahun lalu. Masyarakat pun didorong untuk mendukung pengelolaan sampah dengan memilah sampah organik, anorganik, hingga B3.
Slamet menambahkan bahwa di RW 01 Gambir, keberhasilan bank sampah terlihat dari dana sebesar Rp34 juta yang diberikan kepada nasabah sebagai THR. Hal ini menunjukkan bahwa sampah dapat menjadi berkah ketika dikelola dengan baik. Pemprov DKI Jakarta juga telah menambah empat TPS 3R di tiga wilayah untuk mendukung program pengelolaan sampah yang berkelanjutan.








