Setiap bulan Ramadan, kerap terdengar cerita tentang ruh orang yang telah meninggal kembali ke rumah untuk menjenguk keluarga yang masih hidup. Kepercayaan ini telah menjadi bagian dari tradisi dan budaya yang diwariskan turun-temurun di tengah masyarakat. Dalam ajaran Islam, ruh orang yang telah meninggal tidak sepenuhnya terputus dari dunia. Dalam hadis Rasulullah saw., disebutkan bahwa ruh orang beriman datang setiap malam Jumat ke langit dunia untuk berdiri di dekat rumah dan tempat tinggal mereka. Mereka memohon doa dan sedekah dari keluarga yang masih hidup. Meskipun ruh memiliki keterikatan dengan dunia, tidak ada dalil yang menyatakan bahwa ruh kembali ke rumah saat bulan Ramadan.
Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Khalid Basalamah memberikan pandangan berbeda terkait kepercayaan ini. Abdul Somad menyatakan bahwa ruh bisa kembali ke rumah jika Allah mengizinkan, namun tidak ada dalil spesifik yang mendukung kepercayaan ini. Sementara itu, Khalid Basalamah menegaskan bahwa ruh tidak kembali ke dunia karena mereka sudah berada di alam barzakh. Meskipun tidak ada dalil yang menyatakan kebenaran ruh kembali ke rumah saat Ramadan, penting bagi umat Islam untuk terus mendoakan dan berbuat baik bagi orang-orang yang telah meninggal. Rasulullah saw. mengajarkan betapa pentingnya amal seperti sedekah, doa, dan bacaan Al-Qur’an untuk orang yang telah berpulang, agar mereka mendapat manfaat di alam barzakh. Dengan demikian, menjunjung tinggi nilai doa dan amal untuk orang yang telah meninggal merupakan tindakan bakti yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam.
Kepercayaan bahwa ruh kembali ke rumah saat Ramadan tidak didasarkan pada dalil yang kuat dalam Islam. Namun, penting untuk diingat bahwa ruh orang yang telah meninggal tetap memiliki ikatan dengan dunia dan mengharapkan doa serta amal yang baik dari keluarga yang masih hidup. Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk terus mendoakan dan berbuat baik atas nama mereka tanpa harus meyakini bahwa mereka benar-benar kembali ke rumah saat bulan Ramadan.








