Menteri Luar Negeri Inggris David Lamy mengecam serangan pemboman yang dilakukan oleh Zionis Israel terhadap markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jalur Gaza, yang menyebabkan kematian satu staf asing dan melukai lima lainnya. Melalui posting di platform X, Lamy mengekspresikan kekecewaannya atas serangan yang terjadi pada Rabu malam, menargetkan markas besar PBB di Gaza. Dia menegaskan perlunya penyelidikan terbuka atas serangan tersebut, menuntut pertanggungjawaban bagi pelaku, serta perlindungan bagi pekerja kemanusiaan dan staf PBB. Direktur Eksekutif UN Office for Project Services (UNOPS), Jorge Moreira da Silva, sebelumnya mengumumkan bahwa serangan udara oleh pasukan militer Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan satu staf PBB tewas dan lima lainnya terluka. Tindakan Israel ini menuai kecaman dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Liga Arab yang mendesak Amerika Serikat untuk menekan Israel agar menghentikan pelanggaran gencatan senjata. Situasi yang memprihatinkan di Gaza juga memperlihatkan dampak serangan brutal Israel, yang memaksa warga Gaza untuk mengungsi. Keadaan ini menimbulkan duka yang mendalam di antara warga Gaza yang harus kembali mengungsi di tengah serangan yang terus berlanjut. Aksi teror yang dialami Gaza akibat serangan Israel menunjukkan eskalasi kekerasan yang meresahkan seluruh komunitas internasional. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan dan menjaga keamanan bagi seluruh warga Gaza yang terdampak. Melalui upaya kolektif dan kepedulian, diharapkan kasus serangan yang merugikan kemanusiaan ini dapat diungkap secara adil dan bertanggung jawab.








