Bank Indonesia (BI) telah meluncurkan QRIS TAP, terobosan pembayaran digital berbasis NFC. Teknologi ini memungkinkan transaksi yang lebih cepat dan praktis, menjadikannya pilihan ideal untuk layanan transportasi dan sektor publik. Berbeda dengan QRIS sebelumnya, QRIS TAP tidak memerlukan pemindaian kode QR, melainkan cukup dengan mendekatkan ponsel berfitur NFC ke NFC Reader. Saat ini, QRIS TAP baru tersedia untuk perangkat Android dengan dukungan untuk iOS sedang dikembangkan.
QRIS TAP telah berkolaborasi dengan 15 penyedia jasa pembayaran, terdiri dari berbagai bank dan e-wallet. Beberapa bank yang mendukung QRIS TAP antara lain BRI, Mega, CIMB Niaga, Mandiri, BNI, BCA, DKI, Permata, Sinarmas, BPD Bali, dan NationalNobu. Sedangkan e-wallet yang mendukung antara lain GoPay, ShopeePay, Dana, dan Netzme. Dengan dukungan dari para penyedia jasa pembayaran ini, QRIS TAP semakin mudah diakses oleh masyarakat dan merchant di seluruh Indonesia.
Keunggulan QRIS TAP terletak pada kecepatan transaksi, kemudahan penggunaan, keamanan enkripsi tingkat tinggi, dan dukungan dari berbagai penyedia jasa pembayaran. Sistem ini telah diterapkan di layanan transportasi seperti MRT Jakarta, TransJakarta, DAMRI, dan Trans Sarbagita Bali. Rencananya, layanan ini akan diperluas ke moda transportasi lainnya seperti LRT Jabodebek, KRL Jabodetabek, dan layanan bus kota lainnya. Selain itu, QRIS TAP tengah diterapkan di sektor ritel, rumah sakit, usaha mikro kecil dan menengah, serta layanan parkir.
Manfaat QRIS TAP bagi pengguna antara lain mempercepat transaksi, meningkatkan efisiensi dalam pembayaran transportasi dan layanan publik, serta mengurangi risiko kesalahan pemindaian kode QR. Sementara bagi merchant, sistem ini membantu mempercepat proses transaksi, meningkatkan kenyamanan pelanggan, mengurangi risiko kesalahan kasir, dan mendorong adopsi pembayaran digital yang lebih aman dan cepat. QRIS TAP merupakan terobosan yang akan mempermudah dan mempercepat proses pembayaran di Indonesia.








