Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan bahwa Rusunawa Green Jagakarsa di Jakarta Selatan, didedikasikan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan tujuan meningkatkan taraf hidup mereka. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan hal ini saat melakukan peninjauan di Rusunawa Green Jagakarsa. Konsep rumah susun sederhana sewa ini merupakan salah satu janji kampanye Gubernur DKI Pramono Anung. Rusun tersebut juga memberikan kesempatan bagi warga Kebon Pala, Jakarta Timur, yang bersedia untuk relokasi. Dalam peninjauan tersebut, Rano menyarankan penambahan fasilitas WiFi untuk mendukung kebutuhan belajar anak-anak dan usaha warga yang tinggal di rusun tersebut.
Rusunawa Green Jagakarsa memiliki luas 19.886 meter persegi dan anggaran sebesar Rp382 miliar. Terdapat 3 menara dan 723 unit, dimana tiga di antaranya dikhususkan untuk disabilitas. Fasilitas yang disediakan di rusun tersebut meliputi parkiran umum, masjid, taman, lapangan olahraga, perpustakaan, coworking space, daycare, dan warung. Unit rusun ini memiliki tipe 36 dengan fasilitas ruang keluarga, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur, dan balkon. Harga sewa unit rusun dimulai dari Rp865.000 per bulan tanpa termasuk token dan air. Sebanyak 40 persen penghuni dari Rusunawa Jagakarsa diperuntukkan untuk masyarakat terdampak dari sarana dan prasarana kota. Selain Rusunawa Green Jagakarsa, Jakarta Selatan juga memiliki rumah susun lainnya di Pengadegan dengan luas 6.000 m2.


