Gracin Bakumanya Bolongi menjadi senjata baru Satya Wacana Salatiga dalam mengarungi Indonesian Basketball League (IBL) 2025 setelah menggantikan Jailan Jakai Haslem yang dilepas oleh klub ini. Bakumanya diharapkan dapat membantu Ikcaven Savalianta Curry dan Marquis Davison, yang menjadi andalan pelatih Jerry Lolowang dalam mencetak poin. Haslem dinilai belum memenuhi harapan pelatih karena kontribusinya yang rendah, sehingga klub memutuskan untuk menggantinya dengan Bakumanya.
Bakumanya, yang berasal dari Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, memiliki tinggi 2,12 meter dan telah memiliki pengalaman bermain di Spanyol dan Amerika Serikat sejak 2011. Meskipun tidak terpilih dalam draft NBA 2016, Bakumanya telah bermain untuk beberapa tim baik di Amerika Serikat maupun di luar negeri seperti Houston Rockets, Phoenix Suns, dan Northern Arizona Suns.
Pemain ini kemudian bergabung dengan Wisconsin Herd dalam draft ekspansi NBA G League sebelum akhirnya menandatangani kontrak dengan Ferroviario de Maputo dari Liga Bola Basket Afrika (BAL) pada tahun 2020. Terakhir, Bakumanya bermain untuk All Sadd Sports Club Doha di QBL Qatar pada 2024, di mana ia menunjukkan performa yang memuaskan dengan rata-rata 10,7 poin per game dan 7,7 rebound per game.
Dengan rekam jejaknya yang solid, Bakumanya diharapkan dapat membawa dampak positif bagi Satya Wacana Salatiga dalam IBL 2025. Dengan keterampilan dan pengalaman yang dimilikinya, Bakumanya diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penting dalam tim dan membantu klub mencapai kesuksesan.








