Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Alexeevich Ryabkov, dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengadakan pertemuan di Beijing untuk membahas isu nuklir Iran. Wang Yi mengungkapkan bahwa China selalu berkomitmen untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, sehingga penyelesaian masalah nuklir Iran menjadi hal penting. Mengenai perjanjian tersebut, ia menyatakan bahwa penarikan diri AS telah mengganggu prosesnya. China, Iran, dan Rusia berkomitmen untuk menyelesaikan perselisihan melalui cara-cara politik dan mendukung penggunaan energi nuklir secara damai.
China mengajukan lima usulan mengenai penyelesaian masalah nuklir Iran, termasuk penyelesaian damai, penyeimbangan hak dan tanggung jawab, serta kembali ke perundingan sesuai JCPOA. China dan Rusia menyatakan dukungan terhadap Iran dalam program nuklirnya yang damai. Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir yang berlaku sejak 1970 juga menetapkan aturan mengenai kepemilikan senjata nuklir. Saat ini, terdapat sembilan negara yang memiliki senjata nuklir, dan NPT juga mengatur tindakan yang harus dilakukan oleh negara yang tidak memiliki senjata nuklir.
Dengan adanya pertemuan tersebut, diharapkan tercipta solusi yang adil dan menguntungkan bagi semua pihak terkait. China, Rusia, dan Iran berkomitmen untuk terus berkoordinasi dan memainkan peran konstruktif dalam proses negosiasi untuk mencapai perdamaian dan stabilitas dalam isu nuklir Iran. Semua pihak juga diingatkan untuk menghormati komitmen Iran terhadap penggunaan nuklir secara damai, serta menekankan pentingnya nonproliferasi nuklir internasional.


