Perusahaan teknologi Oracle disebut sebagai calon mitra utama dalam pengelolaan platform media sosial TikTok di Amerika Serikat (AS). Sumber-sumber yang terdiri dari investor, bankir, dan mantan eksekutif yang memahami ByteDance, perusahaan induk TikTok, menyatakan bahwa Oracle dipilih sebagai mitra preferensi. Sejak tahun 2022, TikTok telah menggunakan server Oracle untuk menyimpan data pengguna AS. ByteDance ingin tetap mengendalikan operasional TikTok dengan Oracle sebagai mitra, dan Presiden AS Donald Trump telah mendukung peran Oracle dalam kesepakatan tersebut. Tidak ada tanggapan resmi dari Oracle terkait kemungkinan kemitraan dengan TikTok. Pada 20 Januari 2025, Trump menandatangani perintah eksekutif memberikan perpanjangan waktu kepada ByteDance selama 75 hari untuk menemukan pembeli AS agar dapat melanjutkan operasional TikTok di negara tersebut. Oracle dan Microsoft disebut sebagai calon pembeli potensial TikTok. Diskusi tentang penjualan TikTok sedang berlangsung dengan empat kelompok berbeda, termasuk Oracle. Rumor juga menyebutkan skema di mana AS memiliki saham 50% dalam TikTok melalui usaha patungan dengan perusahaan teknologi lainnya. Selain itu, Gedung Putih sedang membahas operasional TikTok dengan Oracle dan investor AS. OpenAI juga melibatkan SoftBank dan Oracle dalam proyek pembangunan pusat data AI.


