Pengelola Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa tradisi turun temurun keluarga menjadi alasan utama jamaah memilih untuk iktikaf di masjid tersebut, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar, Tatang Komara. Menurutnya, setiap hari ada 5-10 orang yang melakukan iktikaf sejak awal Ramadhan, bahkan ada salah seorang yang sudah 35 kali berbuka puasa di masjid tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah di luar Jakarta, seperti Lampung dan Aceh. Tatang juga memprediksi bahwa jumlah jamaah di masjid akan meningkat pada 10 hari terakhir Ramadhan karena banyak orang yang akan melakukan iktikaf.
Namun, meski terjadi peningkatan jumlah jamaah, pengelola Masjid Al-Azhar mencatat adanya penurunan jamaah pada Ramadhan 1446 Hijriah atau 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, jumlah jamaah bisa mencapai 1.400 hingga 2.000 orang per hari, namun tahun ini hanya sekitar 1.500 jamaah. Pengelola juga membagikan 700 takjil per hari berupa kotak berisi kue, kurma, minuman gelas, dan teh panas kepada jamaah selama Ramadhan. Meskipun masih mempertimbangkan fasilitas menginap akibat keterbatasan lahan di Jakarta, Masjid Agung Al-Azhar tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah selama bulan suci Ramadhan.


