Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan ketersediaan ikan kakap putih hasil budidaya cukup melimpah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Ambon, Maluku selama Ramadhan hingga menyambut Hari Raya Idul Fitri 2025. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KK Tb Haeru Rahayu (Tebe) dalam keterangan di Jakarta, Rabu mengatakan bahwa pihaknya telah meninjau langsung Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon dan bertemu pembudidaya ikan kakap di daerah tersebut. Meskipun demikian, Tebe menyampaikan bahwa KKP tetap mendorong produktivitas dengan pendistribusian bantuan benih ikan kakap putih berkualitas. Ketersediaan stok ikan kakap hasil budi daya yang cukup, merupakan suatu bentuk hasil implementasi program ekonomi biru utamanya pengembangan budidaya air laut, pesisir dan darat yang berkelanjutan di berbagai daerah, seperti program kampung perikanan budidaya dan intervensi bantuan langsung seperti bantuan benih ikan bermutu, sarana, dan prasarana produksi. Dirjen Tebe juga mengapresiasi upaya BPBL Ambon mengembangkan budidaya ikan kakap putih, hingga berhasil memasifkan kegiatan tersebut di wilayah Indonesia Timur. Selain itu, Kepala BPBL Ambon Sarwono mengungkapkan bahwa para pembudi daya ikan laut di Ambon, Maluku sudah mulai ramai mengembangkan budidaya ikan kakap putih dan menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat di Ambon dan sekitarnya. Menurutnya, permintaan ikan kakap putih terus meningkat selama Ramadhan hingga Lebaran dengan harga jual yang semakin bagus. BPBL Ambon juga sudah berhasil mendistribusikan bantuan kepada Pokdakan seperti bantuan benih ikan kakap putih yang berkualitas. Sarwono juga menyatakan bahwa BPBL Ambon berhasil memberikan kontribusi positif terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui penjualan ikan kakap putih sebanyak 1,2 ton atau senilai Rp57,1 juta pada Januari hingga Februari 2025. Hal ini sebagai bagian dari upaya untuk penguatan budi daya perikanan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat, sesuai dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Semua ini merupakan langkah mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui budi daya perikanan yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing.








