Wednesday, January 14, 2026
HomeLifestyleLapar dan Mood: Berpengaruh atau Tidak?

Lapar dan Mood: Berpengaruh atau Tidak?

Rasa lapar tidak hanya sinyal tubuh yang menunjukkan kebutuhan akan makanan, tetapi juga memiliki dampak signifikan pada suasana hati seseorang. Banyak orang merasakan perubahan mood saat mereka lapar dalam rentang waktu yang lama. Hal ini biasa disebut “hangry,” kombinasi dari kata “hungry” (lapar) dan “angry” (marah). Penurunan kadar gula darah dalam tubuh saat seseorang lapar dapat memengaruhi otak karena otak sangat membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama. Penurunan kadar gula darah juga dapat menyebabkan kontrol emosi menurun, membuat seseorang lebih mudah merasa kesal, marah, atau bahkan ingin menangis. Hormon stres seperti adrenalin dan kortisol juga dapat dilepaskan saat seseorang lapar, menyebabkan perasaan cemas, gelisah, dan agresif.

Mood swing atau perubahan drastis dalam suasana hati sering terjadi pada orang yang mengalami lapar dalam waktu yang lama. Faktor seperti kurangnya asupan nutrisi yang mencukupi, kurang tidur, dan tingginya tingkat stres dapat memperburuk mood swing akibat kelaparan. Untuk mencegah perubahan mood negatif akibat lapar, disarankan untuk membawa camilan sehat, makan secara teratur, memilih makanan bergizi seimbang, dan menghindari multitasking saat lapar.

Selain itu, keadaan emosional juga dapat memicu rasa lapar, yang dikenal sebagai emotional eating. Tanda-tanda seseorang mengalami emotional eating termasuk rasa lapar mendadak, keinginan makan makanan tertentu, makan dalam jumlah berlebihan tanpa menyadari kenyang, dan timbul rasa menyesal setelah makan. Penting untuk memahami perbedaan antara rasa lapar nyata dan emotional eating untuk mengelola pola makan dan emosi dengan lebih baik. Dengan menjaga pola makan yang sehat dan teratur, seseorang dapat menghindari perubahan mood drastis akibat lapar dan tetap merasa seimbang emosinya sepanjang hari.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler